Lanjutan 3 (Donghua Pahlawan Angkasa)

Setelah Dewi Arpa sembuh dari penyakitnya, ia kemudian memerintahkan para jendralnya untuk melakukan seleksi dari seluruh prajurit kerajaan, seleksi tersebut bertujuan untuk menciptakan pasukan elit penjaga planet Saturn yang nantinya akan di pimpin oleh 3 pahlawan Angkasa.  Luo Changzue, Xinian, dan Zhugee, ketiganya diberi tugas pertamanya oleh Dewi Arpa yaitu melakukan pengintaian di sekitar orbit planet saturn sekaligus  untuk membiasakan diri dalam menggunakan kekuatan Dewa Angkasa. 

Berangkatlah mereka bertiga, Luo Changzue yang menjadi pemimpin kelompok. Mereka bertiga memanggil manusia baja untuk menyatu dan mulai terbang mengitari orbit planet saturn.  Ketiganya terkejut ketika melihat tumpukan mayat dari para prajurit penjelajah angkasa yang berterbangan di angkasa tanpa terurus sama sekali, bangkai - bangkai pesawat melayang diantara batu - batuan angkasa dengan kondisi yang sudah tidak dapat dikenali lagi, kemudian muncul ide dari Zhugee untuk mengumpulkan semua bangkai pesawat tersebut. Ia berkata " Aku ingin membuat senjata dari bangkai - bangkai pesawat ini ". Luo Changzue menyetujui keinginan Zhugee dan mereka pun mulai mengumpulkan semua bangkai bangkai pesawat tersebut.

Tidak jauh dari tempat mereka yang sedang mengumpulkan bangkai pesawat, muncul sekelompok pasukan penjelajah yang kabur dari medan perang, mereka kemudian mencoba untuk menyerang kelompok Luo Changzue, berbekal pengalaman bertarung di lembah kehancuran, mereka mencoba untuk menahan gempuran dari pasukan penjelajah tersebut, Luo Changzue merapalkan jurus andalan dari manusia baja, serangannya menghancurkan semua benda yang ada di sekitarnya, kemudian Luo Changzue menyerang kapal penjelajah dan seketika pesawat merekapun hancur, robot yang yang di kendarai oleh para pasukan penjelajah menyerang mereka secara membabi buta, namun di halau oleh Zhugee, xinian pun ikut mengeluarkan jurus andalan manusia bajanya, seluruh robot para penjelajah itu meledak.


Tak lama kemudian pertarungan pun selesai dan Luo Changzue memperoleh kemenangan sekaligus menangkap beberapa prajurit penjelajah untuk dibawa kembali ke planet saturn. Kepulangan para pahlawan angkasa dengan membawa kemenangan pun tersebar ke seluruh planet saturn. Para sandera di ikat di depan alun - alun kerajaan agar semua masyarat menyaksikan seperti apa wujud dari para penjelajah Angkasa yang sering mereka dengar namun tidak pernah tahu bagaimana rupanya.

Dewi Arpa kemudian memerintahkan para jendralnya untuk memasukkan para sandera tersebut ke penjara bawah tanah kerajaan untuk di introgasi guna mengetahui perkembangan terakhir di medan perang. Luo Changzue dan reka - rekannya kembali ke wilayahnya masing masing untuk beristirahat. Mereka menceritakan pengalaman pertama mereka bertempur menghadapi para pasukan penjelajah kepada orang tuanya masing masing.

Mereka sangat terkejut sekaligus bangga mengetahui anaknya selamat dan menang di medan perang. Setelah beristirahat, Luo Changzue kembali mengasingkan diri, ia mengingat pertempuran pertamanya dimana ia merasa pengalamannya masih terpaut jauh dari para prajurit penjelajah angkasa yang mereka hadapi. Ia pun kembali berlatih untuk memaksimalkan kemampuannya dari segi menyerang dan bertahan. 


Disisi lain, Zhugee dan ayahnya mulai menganalisa semua bangkai pesawat angkasa yang dibawa olehnya. Keduanya larut dalam mempelajari fungsi dari pesawat penjelajah tersebut hingga mereka lupa bahwa mereka belum makan. Zhugee kemudian melepaskan logam dari bangkai pesawat yang sedang mereka teliti, namun tiba tiba logam bersebut bereaksi dengan puing puing yang ada dalam tumpukan bangkai pesawat yang masih belum mereka bongkar.sebuah benda bercahaya mendekati logam tersebut dan akhirnya ketika penyatuan keduanya selesai seluruh puing puing yang mereka kumpulkan seketika menyatu kembali membentuk sebuah mesin seperti kubah. Kubah tersebut terlihat sangat sederhana sekali hanya berbentuk segi empat namun terdiri dari kristal kristal yang tersusun rapi. 

Zhugee mencoba untuk menyentuh kubah tersebut dan kubah tersebut berubah bentuk menjadi dua bagian, kemudian ketika tangan zhugee dilepaskan, kubah tersebut menyatu kembali. Ayah zhugee memperhatikan dengan seksama, ia mencoba melihat dengan teliti benda apakah itu. Ia mencoba membayangkan sebuah bentuk pedang sebelum menyentuh kubah tersebut, dan ternyata kubah tersebut membentuk sebuah pedang sesuai dengan apa yang dibayangkan oleh ayahnya zhugee, ayah zhugee pun terkejut kemudian mencoba melakukan beberapa percobaan lanjutan terhadap kubah tersebut.


Penasaran akan kelanjutannya ? Simak terus dan jangan lupa subscribe agar sobat sobat mendapat informasi update terbaru dari blog ini ya.

Komentar